Perayaan Tahun Baru Imlek di Bali (8 Februari 2016) 2016.02.09

chiness

Bali adalah pulau yang sangat terkenal dengan budaya dan keindahan alamnya. Bali juga dinominasikan sebagai 10 Pulau Terbaik dalam "The Best Island in the World" dari Tripadvisor, yang merupakan forum “wisata” terbesar di dunia. Itu sebabnya Bali selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan domestic maupun asing. Hampir seluruh  wisatawan tahu bahwa masyarakat Bali menganut agama  Hindu. Jadi, apakah ada perayaan Tahun Baru Cina di Bali? Jawabannya adalah “IYA". Terlepas dari mayoritas agama Hindu di Bali, di Bali juga terdapat penduduk Tionghoa/China yang tradisinya sudah menyatu dengan budaya penduduk setempat.

Pasti penasaran kan gimana perayaan Imlek di Bali ? Yuk kita mulai….. 

temple main

Kita akan melihat perayaan di salah satu kuil terbesar/Kongco di Bali, di Vihara Dharmayana Temple, Kuta.

Pohon tebu yang dikombinasi sedemikian rupa dengan rangkaian janur (Penjor tebu) menghiasi setiap pintu masuk pekarangan rumah warga keturunan Tionghoa dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2567 di Pulau Dewata.

home-chines

Nuansa religius itu hampir mirip dengan umat Hindu ketika merayakan Hari Raya Galungan yang merupakan Hari Kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan) yang dirayakan setiap 210 hari sekali.

Penjor” rangkaian janur pada sebatang bambu juga dipasang pada pintu masuk rumah tangga umat Hindu saat merayakan Galungan, bedanya dalam menyambut tahun baru Imlek kali ini bambu diganti dengan tebu.

Hal itu mencerminkan terjadinya pembauran dan toleransi kehidupan beragama yang semakin kokoh, hidup harmonis, berdampingan satu sama lainnya tanpa pernah terjadi konflik. 

penjor 7

Tidak hanya pintu gerbang rumah umat Tionghoa/China saja yang dihiasi dengan tebu, tetapi di lobi hotel, pusat perbelanjaan, restoran di Bali juga dihias sedemikian rupa dengan warna-warna yang matching dengan perayaan Imlek.

primebizz gwk

Satu hari sebelum Tahun Baru Cina, pada tanggal 7 Februari 2016 penduduk Tionghoa/Cina melakukan "Ngelawang" atau pertunjukan Barongsai dan Naga. Prosesi ini dimulai dari kuil Dharmayana dan dimulai dengan doa-doa. 

Perjalanan dilanjutkan dengan parade barongsai menuju Pantai Kuta. Selama perjalanan, Barongsai mengambil "Angpao" yang berada di jalan-jalan. Selain itu, ada juga orang Tionghoa/China yang mengundang Barongsai untuk datang ke rumah mereka dan memberikan Barong Sai  Angpao.

barong-sai

Pada tanggal 8 Februari 2016 dimana puncaknya perayaan Tahun Baru Cina, masyarakat keturunan Tionghoa/Cina berdoa di rumah mereka masing-masing, kemudian dilanjutkan ke wihara-wihara yang lain.

mangatur-sesaji

Lilin-lilin yang menyala, lampu hias (lentera), serta sesajen buah-buahan dan berbagai macam kue menjadi ciri khas perayaan Imlek pada setiap wihara di Bali.

sesaji

Turis Informasi :

Wihara Dharmayana, Kuta.

Alamat: Jl. Blambangan, Kuta

Terletak hanya 1 kilometer dari timur jalan utama Kuta. Lokasinya agak sedikit mencolok karena terletak di pojok Jalan Blambangan, berlokasi di jalan satu arah yang biasanya dipadati oleh lalu lintas, warna-warna dinding merah cerah  Wihara ini akan mempermudah wisatawan untuk mencarinya. 





COMMENT

Leave a Reply

    コメントはありません。

Category

  • Recent Posts

  • Language

  • Archives

  • Follow Kura Kura Guide's board :: Art & Culture :: on Pinterest.

    Back to Top