Event Kalendar Bali : Mei 2018 2018.05.04

Melanjutkan dari postingan blog sebelumnya, di bulan ini kami akan memberikan informasi dan upacara penting yang akan terjadi di sekitar Bali selama bulan Mei 2018:

1. Tumpek Uduh (5 Mei)

tumpek-wariga

[gambar via jawapos]

Tumpek Uduh adalah salah satu dari serangkaian hari raya Tumpek di Bali yang dirayakan setiap 6 bulan sekali dan Tumpek Uduh sendiri dirayakan 25 hari sebelum hari raya Galungan. Pada hari ini, umat Hindu akan berdoa kepada Tuhan dalam wujudnya sebagai Sanghyang Sangkara (Dewa Tumbuh-Tumbuhan) dan mereka akan memberkati kebun dan pertanian mereka dengan sesajen bubur atau "bubuh". Selama upacara, bubuh dioleskan pada kulit tanaman sebagai simbol pupuk. Tujuannya adalah sebagai ungkapan syukur untuk banyak fungsi tanaman yang membantu kehidupan manusia

Tumpek Uduh mempunyai beberapa sebutan seperti Tumpek Wariga, Tumbek Bubuh, Tumpek Pengarah dan Tumpek Pengatag.

2. Tilem (14 Mei)

pray-in-temple

Tilem, atau bulan mati di Bali adalah hari spesial untuk penduduk Bali (khususnya Hindu) untuk memuja Dewa Matahari (Sanghyang Surya). Upacara keagamaan biasanya dilakukan di setiap pura-pura dan di pura keluarga (pura di rumah) di setiap penjuru Bali. Masyarakat Hindu Bali percaya di hari Tilem ini memiliki kebajikan dalam memunirkan diri mereka dan akan melebur semua energi negatif yang terkandung dalam diri manusia sekaligus memohon keselamatan kepada Tuhan.

3. Purnama (29 Mei)

pray-in-temple-bali

Purnama, atau bulan penuh di Bali adalah hari spesial untuk penduduk di Bali (khususnya Hindu) untuk memuja Sanghyang Candra dan Sanghyang Ketu sebagai Dewa Kecemerlangan untuk memohon cahaya suci dari Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) dalam berbagai wujud Ista Dewata. Ratusan pura di Bali akan merayakan hari suci ini dengan menyelenggarakan upacara yang cukup meriah. Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa hari Purnama adalah hari yang baik karena para Dewa akan turun ke Bumi dan memberikan restu mereka.

4. Galungan (30 Mei)

galungan

Galungan adalah hari raya di Bali yang paling penting kedua setelah Nyepi dan berlangsung setiap 210 hari sekali. Hari raya ini melambangkan kemenangan kebaikan (Dharma) atas kejahatan (Adharma) dan merupakan hari yang baik bagi umat Hindu untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada pencipta dan leluhurnya. Selama hari raya Galungan, umat Hindu Bali biasanya sibuk membuat persiapan untuk upacara, mulai dari membuat kue, membuat "penjor" (batang bambu panjang melengkung yang dihiasi dengan buah, daun kelapa, dan bunga), menghias pura, dan persiapan lainnya.

Pada hari ini juga akan ada banyak upacara keagamaan yang diadakan sehingga menjadikan hari yang tepat untuk berkunjung untuk merasakan budaya lokal di Bali.

Baca juga: Perayaan hari raya Galungan & Kuningan di Bali

 





COMMENT

Leave a Reply

    コメントはありません。

Back to Top