Kalender Event Bali: Maret 2018 2018.03.07

Melanjutkan dari postingan blog sebelumnya, di bulan ini kami akan memberikan informasi dan upacara penting yang akan terjadi di sekitar Bali selama bulan Maret 2018:

1. Melasti (13 Maret - 15 Maret)

tanahlot_temple-(4)

Melasti merupakan salah satu ritual keagamaan yang dilakukan umat Hindu pada 2 sampai 4 hari sebelum menyambut hari raya Nyepi. Umat Hindu akan melakukan persembahyangan ke sumber air seperti pantai, sungai atau danau yang dipercayai sebagai simbol dari air kehidupan (Tirta Amerta). Tujuan dari ritual ini adalah untuk melebur energi negatif dalam alam dan diri mereka, dan juga untuk mensucikan seluruh alat upacara keagamaan (pratima) dengan menggunakan air kehidupan.
Jika kalian berada di Bali 2 sampai 4 hari sebelum hari raya Nyepi, kalian akan melihat rombongan masyarakat dengan pakaian sembahyang membawa payung atau yang biasa disebut Tedung dan sarana upacara lainnya silih berganti datang ke pantai, sungai atau danau.

2. Pengrupukan (16 Maret)

ogoh ogoh

Pengrupukan bermakna upacara yang bertujuan untuk mengusir Bhuta Kala (energi negatif) dari lingkungan rumah, pekarangan dan lingkungan sekitar. Ritual keagamaan ini dilakukan sehari sebelum hari raya Nyepi setelah dilakukan upacara Mecaru. Di Bali khususnya, pada hari Pengrupukan akan ada pawai ogoh-ogoh (boneka raksasa dengan wajah seram) yang akan di arak keliling lingkungan. Ogoh-ogoh tersebut melambangkan perwujudan Bhuta Kala sehingga setelah selesai di arak, ogoh-ogoh akan di bakar dengan maksud untuk mengusir Butha Kala. Beberapa toko, restoran, dan jalanan juga akan di tutup ketika pawai ini berlangsung.

Baca juga: Parade Ogoh-Ogoh di Bali

3. Nyepi (17 Maret)

nyepi

Hari raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan kalendar Saka. Tetapi berbeda dengan perayaan tahun baru lainnya yang meriah, tahun baru ini dilakukan dengan menyepi selama 24 jam dari jam 06.00 pagi hari ini sampai jam 06.00 pagi keesokan harinya. Pada hari ini anda tidak akan menemukan aktivitas apapun di jalan, semua toko, restoran, hingga bandara akan tutup, namum tidak untuk rumah sakit. Tujuan dari hari raya Nyepi adalah memohon kehadapan Tuhan untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta) dan juga untuk mengintropeksi diri kita dengan melakukan Catur Berata Penyepian.

4. Ngembak Geni (18 Maret)

omed-omedan

Sehari setelah hari raya Nyepi adalah Ngembak Geni. Biasanya pada hari ini dipergunakan umat Hindu untuk berkunjung dan saling memaafkan baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat dengan harapan mereka bisa memulai Tahun Baru Saka dengan hal yang positif. Salah satu tradisi yang sangat unik di Bali yaitu Omed-Omedan atau Ritual Ciuman Massal juga sangat sayang untuk dilewatkan pada hari ini. Terletak di selatan kota Denpasar, tepatnya di Sesetan, tradisi ini melibatkan 2 kelompok muda-mudi yang akan turun kejalanan. Kedua kelompok tersebut akan saling berhadapan di jalan utama desa dan dengan aba-aba dari sesepuh desa, kedua kelompok akan saling mendekat dan peserta terdepan dari masing-masing kelompok akan saling berpelukan dan berciuman. Masing masing kelompok akan menarik kedua rekannya tersebut hingga terlepas sementara penduduk desa juga akan menyiramkan air ke arah mereka.

Baca juga: Omed-Omedan: Ritual Ciuman Massal di Bali

5. Pagerwesi (21 Maret)

tirta

Hari raya Pagerwesi jatuh setiap 6 bulan (210 hari) sekali. Di hari suci ini, umat Hindu akan memuja Sanghyang Pramesti Guru, salah satu manisfestasi Tuhan yang dipercayai merupakan gurunya manusia dan alam semesta. Pagerwesi berasal dari kata Pager yang berarti pagar atau pelindung dan Wesi yang berarti besi. Pagar Besi ini dapat diartikan sebagai pegangan hidup yang kuat bagaikan sebuah pagar dari besi yang menjaga ilmu pengetahuan yang sudah digunakan dalam fungsi kesucian, dapat dipelihara dan dijaga agar selalu menjadi pedoman bagi kehidupan manusia sehingga terhindar dari kegelapan.

6. Tumpek Landep (31 Maret)

pray on tumpek landep

Tumpek Landep merupakan salah satu hari suci Tumpek di Bali yang dirayakan setiap 6 bulan sekali. Landep di dalam Tumpek Landep berarti tajam atau runcing, sehingga pada hari ini umat Hindu akan mengadakan upacara terhadap beberapa pusaka yang memiliki sifat tajam seperti kris dan tombak. Makna Tumpek Landep juga dewasa ini sudah meluas, tidak hanya kris atau tombak saja tetapi benda-benda hasil ciptaan manusia seperti sepeda motor, mobil, komputer juga diupacarai. Tujuannya adalah untuk memohon kepada Tuhan dalam wujudnya sebagai Sanghyang Pasupati (Dewa Senjata) agar alat-alat yang mengandung unsur besi tersebut dapat mempermudah dan memperlancar kegiatan manusia untuk menjalani kehidupan sehari-hari

Baca juga: Kura Kura Bus Merayakan Hari Raya Tumpek Landep





COMMENT

Leave a Reply

    コメントはありません。

Back to Top