Kalender Event Bali : Juni 2018 2018.06.05

Melanjutkan dari postingan blog sebelumnya, di bulan ini kami akan memberikan informasi dan upacara penting yang akan terjadi di sekitar Bali selama bulan Juli 2018.

1. Festival Tenganan (7 Juni - 8 Juni)

perang-pandan-tenganan

[gambar via pesonaindo.com]

Festival Tenganan adalah sebuah tradisi tahunan yang hanya dimiliki oleh Desa Tenganan. Festival ini dikenal juga dengan "Perang Pandan" atau 'mekare-kare'.

Di festival ini, para penduduk desa laki-laki akan melakukan ritual "duel 1 vs 1" dengan menggunakan perisai yang terbuat dari rotan dan segenggam daun pandan berduri di arena yang sudah disiapkan yang terletak di tengah desa. Ritual ini didedikasikan untuk dewa perang dan langit di Hindu yaitu Dewa Indra.

Di tengah arena, para laki-laki yang berani tersebut akan bergantian berpasangan untuk "berkelahi" satu sama lain, saling "menggesek" tubuh masing-masing dengan duri-duri tajam daun pandan. Namun yang mengejutkan, setiap peserta tidak menunjukkan rasa sakit. Luka hanya diobati dengan ramuan, campuran kunyit dan cuka, dan yang secara ajaib luka-luka tersebut akan mengering dalam hitungan menit.

Selain menonton pertunjukan "perang", para wisatawan yang berkunjung juga dapat menikmati kue-kue traditional yang lezat yang dijajakan di warung-warung desa atau berbelanja kerajingan tangan yang rumit seperti ukiran kayu dan masker yang diproduksi oleh penduduk desa, atau bahkan membeli kain ‘gringsing’ kain tenun tradisional dari Desa Tenganan.

Lokasi Desa Tenganan, Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali
Waktu 7 Juni - 8 Juni dari 9AM - 5PM

2. Kuningan (9 Juni)

Kuningan

Hari raya Kuningan diperingati setiap 210 hari, 10 hari setelah hari raya Galungan yang juga menandakan berakhirnya rangkaian hari raya Galungan. Orang Hindu percaya jika hari raya Kuningan merupakan hari dimana "leluhur" mereka kembali ke surga setelah mengunjungi mereka pada saat Galungan. Mereka juga akan membuat persembahan untuk leluhur mereka pada hari ini. Persembahan yang dibuat biasanya berupa "nasi kuning" (Kuningan berasal dari kata kuning yang merujuk pada "nasi kuning" yang digunakan sebagai sarana persembahan) yang akan ditempatkan di mangkok kecil dari pohon kelapa. Selain nasi kuning, juga terdapat biji-bijian dan buah-buahan. Nasi kuning merupakan simbol rasa syukur manusia terhadap Tuhan untuk semua kehidupan, kebahagiaan, rejeki, kesehatan dan kemakmuran yang diberikan. Mangkok tempat persembahan juga akan dihiasi dengan wayang berukuran kecil yang melambangkan dewa/dewi yang membawa kebahagiaan ke Bumi.

Masyarakat hindu Bali juga percaya pada saat Kuningan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan dalam ajaran Hindu) memberikan berkah dan kemakmuran untuk seluruh alam semesta. Dipercayai juga persembahyangan pada hari ini sebaiknya dilakukan sebelum jam 12 karena setelah jam 12, dewa/dewi dan leluhur mereka kembali ke surga untuk melanjutkan pertapaan mereka.

Baca juga: Perayaan Kuningan

3. Ritual Mekotek (9 Juni)

 mekotek-ritual

[gambar via asn.id]

Mekotek salah satu tradisi "tolak bala" dari Desa Munggu yang digelar setiap 6 bulan sekali pada hari sabtu tepat di hari raya Kuningan. Upacara Mekotek dilaksanakan dengan tujuan memohon keselamatan. Mekotek merupakan warisan leluhur yang dilaksanakan turun temurun hingga saat ini oleh umat Hindu di Bali.

Pada awalnya Mekotek dilakukan untuk menyambut prajurit Kerajaan Mengwi yang datang dengan membawa kemenangan atas Kerajaan Blambangan di Jawa dan kemudian menjadi tradisi hingga sekarang. Pada masa pemerintahan Belanda tahun 1915, Mekotek pernah dihentikan, karena Belanda khawatir akan ada pemberontakan. Namun, terjadi wabah penyakit sehingga Mekotek dilaksanakan lagi untuk tolak bala.

Tradisi ini menggunakan tongkat dari kayu 'pulet' yang sudah dikupas kulitnya dan panjangnya sekitar 2-3,5 meter sebagai medianya. Sebelum tradisi ini dimulai, para peserta akan melakukan persembahyangan dan ucapan terima kasih atas hasil perkebunan. Setelah itu seluruh peserta akan dibagi dalam kelompok-kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 50 orang dan mereka akan melakukan pawai menuju sumber air di Desa Munggu dengan membawa tongkat. Sepanjang perjalanan, tongkat kayu yang dibawa akan diadu di atas udara membentuk piramida atau kerucut. Bagi peserta yang punya nyali, mereka akan naik ke puncak kumpulan tongkat kayu tersebut dan akan memberikan komando semangat bagi kelompoknya. Komando yang diberikan oleh orang yang berada di puncak tongkat adalah menabrak kumpulan tongkat milik kelompok lain.

Tradisi Mekotek juga diiringi dengan 'gamelan' untuk menyemangati para peserta.

Lokasi Desa Munggu, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali
Waktu 9 Juni dari 9AM - 2PM

4. Pesta Kesenian Bali (23 Juni - 21 Juli)

bali-arts-festival

[gambar via baligolive.com]

Bali Arts Festival or Pesta Kesenian Bali is an annual agenda of Bali Government, which serves as a forum for activities and creativity of artists in the effort to support government programs in terms of excavation, preservation, and development of Balinese artistic values.

This festival will be held for a whole month and will be opened with art parade from all regions in Bali and some of the provinces in Indonesia even from abroad. The best dance, music, and art expression will be here.

In this festival, you can see or watch artwork from artists throughout Bali such as dance drama (Sendratari), Modern Balinese theater, Photography Workshop, culinary festival, and musical performances. There will also be exciting competitions such as documentary film competitions, handicraft competitions, literary writing, painting, photography competitions, and more. Parades and processions will also be presented including Gong Kebyar Parade, Topeng Panca Parade, Nglawang Parade, Arja Dramatari Parade, Wayang Kulit Parade, Joged Bumbung Parade, Gong Drama Parade, and many more. Literally, the whole of Bali will gather in 1 place to present the dance, music and the beauty of arts.

Bali Arts Festival 2018 will be held from 23 June 2018 to 21 July 2018, at Taman Budaya - Art Center in Denpasar.

Pesta Kesenian Bali (PKB) merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Bali, yang dijadikan sebagai wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya ikut mendukung program pemerintah dalam hal penggalian, pelestarian dan pengembangan nilai – nilai seni budaya Bali.

Festival ini akan digelar selama satu bulan penuh dan akan dibuka dengan karnaval seni dari semua kecamatan di Bali dan provinsi-provinsi di Indonesia bahkan dari luar negeri. Tarian, musik, dan ekspresi seni yang terbaik akan dipemerkan disini.

Dalam festival ini, kamu dapat melihat atau menyaksikan karya seni dari para seniman di seluruh Bali seperti drama tari (Sendratari), teater Bali Modern, Workshop Fotografi, festival kuliner, dan pertunjukan musik. Juga akan ada kompetisi seru seperti lomba film dokumenter, lomba kerajinan tangan, penulisan sastra, lukisan, lomba fotografi, dan lainnya. Parade dan prosesi juga akan dihadirkan termasuk Parade Gong Kebyar, Parade Topeng Panca, Parade Nglawang, Parade Dramatari Arja, Parade Wayang Kulit, Parade Joged Bumbung, Parade Drama Gong, dan masih banyak lagi lainnya. Secara harfiah seluruh Bali akan berkumpul di 1 tempat untuk menyajikan persembahan tarian, musik dan keindahan.

Pesta Kesenian Bali tahun 2018 merukan edisi ke-40 dan akan diselenggarakan dari tanggal 23 Juni - 21 Juli 2018, dipusatkan di Taman Budaya - Art Center di Denpasar.

Lokasi Jl. Nusa Indah No.1, Denpasar Timur, Panjer, Denpasar, Bali
Waktu 23 Juni - 21 Juli dari 11AM - 10PM

 

 





COMMENT

Leave a Reply

    コメントはありません。

Category

  • Recent Posts

  • Language

  • Archives

  • Follow Kura Kura Guide's board :: Art & Culture :: on Pinterest.

    Back to Top