Kalender Event Bali : Juli 2018 2018.07.03

Melanjutkan dari postingan blog sebelumnya, di bulan ini kami akan memberikan informasi dan upacara penting yang akan terjadi di sekitar Bali selama bulan Juli 2018.

1. Festival Layang Layang Bali (3 Juli - 5 Juli)

bali kite festival

[Layangan Janggan; gambar via scmp]

Festival Layang Layang Bali adalah sebuah festival layang layang internasional tahunan yang pada tahun ini akan diadakan di tanggal 3 - 5 Juli, di pantai Padang Galak, Sanur. Ratusan layang layang tradisional raksasa (lebarnya sekitar 4 meter dengan panjang sekitar 10 meter) akan diterbangkan dalam kompetisi antar tim-tim dari setiap 'banjar' di Bali. Setiap tim terdiri dari sekitar 70-80 orang, masing masing tim memiki tim 'gamelan', pembawa bendera, dan penerbang layang layang.

bali kite festiva - bebean

[Layangan Bebean; gambar via Pinterest]

Bebean (layangan berbentuk ikan), Janggan (layangan berbentuk burung dengan ekor panjang sampai dengan 100 meter) dan Pecukan (layangan berbentuk daun) adalah tiga layang layang tradisional yang diterbangkan selama festival layang layang ini. Selain ukurannya yang tidak biasa, layang - layang tradisional ini juga dilengkapi dengan instrumen suara berbentuk getaran yang dibuat dari pohon ental yang disebut 'Guwang'. Guwang akan menghasilkan dengungan suara yang dapat didengar dari kejauhan.

bali-kites-festival.jpg

[Layangan Pecukan; gambar oleh Tropical Studio]

Kompetisi lain juga diadakan untuk layang layang modern seperti layang layang berbentuk Dewa Hindu, naga, perahu, sepeda, dll. Festival tahunan ini memiliki pesan keagamaan dimaksudkan untuk mengirim pesan kepada Dewa Dewa Hindu untuk memberikan hasil pertanian yang melimpah.

2. Tilem (12 Juli)

pray

Tilem, atau bulan mati di Bali adalah hari spesial untuk penduduk Bali (khususnya Hindu) untuk memuja Dewa Matahari (Sanghyang Surya). Upacara keagamaan biasanya dilakukan di setiap pura-pura dan di pura keluarga (pura di rumah) di setiap penjuru Bali. Masyarakat Hindu Bali percaya di hari Tilem ini memiliki kebajikan dalam memunirkan diri mereka dan akan melebur semua energi negatif yang terkandung dalam diri manusia sekaligus memohon keselamatan kepada Tuhan.

3. Tumpek Krulut (14 Juli)

 gamelan

[gambar via metrobali]

Tumpek Klurut merupakan salah satu rangkaian hari suci Tumpek yang dirayakan setiap 6 bulan sekali. Pada hari Tumpek Klurut, masyarakat Hindu Bali akan mengadakan pemujaan kepada kehadapan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa iswara atas terciptanya suara-suara suci dalam bentuk tabuh atau gamelan. Tujuannya adalah agar perangkat suara tersebut memiliki suara yang indah/taksu, dan dapat memberikan rasa keindahan, keseimbangan dan keharmonisan bagi siapa saja yang mendengarnya.

4. Purnama (27 Juli)

pray to temple

Purnama, atau bulan penuh di Bali adalah hari spesial untuk penduduk di Bali (khususnya Hindu) untuk memuja Sanghyang Candra dan Sanghyang Ketu sebagai Dewa Kecemerlangan untuk memohon cahaya suci dari Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) dalam berbagai wujud Ista Dewata. Ratusan pura di Bali akan merayakan hari suci ini dengan menyelenggarakan upacara yang cukup meriah. Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa hari Purnama adalah hari yang baik karena para Dewa akan turun ke Bumi dan memberikan restu mereka.





COMMENT

Leave a Reply

    コメントはありません。

Back to Top